TUHAN mengutus kita

Keluaran 3:10-18

Thema yg diangkat dari perikop ini adalah “TUHAN mengutus kita”

Kesempatan utk melayani Allah tdk selalu di anggap sebagai kesempatan emas. Banyak orang yg berusaha utk menolak kesempatan itu, dgn berbagai macam alasan.

Dulu saya byk alasan pada saat teman saya dari gereja menelpon utk pimpin khotbah manyampaikan Firman Tuhan. Waktu itu saya berkata “belum siap Pak, tidak ada skill apalagi mau sharing pimpin khotbah. Dan memang betul, saya memang tidak jadi berkhotbah. Pada malam harinya, saya memikirkan kenapa kesempatan itu di sia-siakan, kenapa saya byk alasan utk menghindar? Padahal sejak dulu waktu masih di GPIB saya punya janji pd TUHAN utk rindu dan bersaksi memuliakan namaNya. Setelah sekian lama di gereja tersebut, ternyata kesempatan itu tdk pernah datang sama sekali, itu sebabnya saya berteriak, “TUHAN tdk ada wadah utk mewartakan namaMu.” Ternyata TUHAN menegur saya lewat FirmanNya dalam Yoh 4:35b “lihatlah sekelilingmu, dan pandanglah ladang2 yg sudah menguning dan matang utk dituai.” Ternyata TUHAN menginginkan kita bersaksi dilingkungan kita sendiri yg dalam pengertian sederhana adalah yg kecil2. Dimana saat itu, rencana TUHAN adalah dimulai waktu saya pacaran, yg mana pacar saya tersebut belum mengenal Kristus. Pertama kali saya memberanikan diri utk mengajaknya ke gereja GPIB ternyata tabiatnya mengantuk. Minggu berikutnya, saya ajak ke GBI, wah dia senang sekali. Setelah sekian lama di ajak ke GBI ternyata pacar saya itu lebih hafal lagu rohani daripada saya, bahkan dia suka menyanyikan lagu rohani di dalam kamar mandi (katanya takut didengar keluarganya). Hebat khan!! Dulu waktu di motor berdua dia minta menyanyikan bersama-sama di doa ibuku” tanpa diduga, dia menyekap mulut saya dari belakang dan mengatakan “stop, datar suaramu”. dan memang dia benar, suara saya tdk bagus dan dianjurkan jgn diperdengarkan kpd orang lain…

Nah, disinilah TUHAN punya rencana agar saya memulai dari hal2 kecil, “lihatlah sekelilingmu, pandanglah ladang2 yg sudah menguning dan matang utk di tuai..ada amin

Dan sejak setelah pak Delvy menelpon, saya berkomitmen utk berani dan berkata kepada TUHAN, “ini aku TUHAN, utuslah”.

Kembali keperikop kita, Musa, pada masa empat puluh tahun sebelumnya, menyadari benar bahwa ia adalah seorang ibrani sekaligus pangeran Mesir, yg merupakan alat pilihan Allah utk membebaskan umatnya (Israel). Namun, setelah masa 40 tahun mengembalakan kambing domba di padang gurun di wilayah Midian, musa tidak lagi memiliki rasa percaya diri yg sama seperti sebelumnya. Krn itu, ketika Allah mengutus musa, dia justru mempertanyakan dirinya, “siapakah aku ini…” (11).

Jadi kalau ada suara2 yg menolak dgn berbagai macam alasan seperti: ah, jgn saya TUHAN, pekerjaanku menumpuk, saya belum berpengalaman TUHAN, TUHAN saya malu bersaksi, TUHAN saya lagi sibuk, TUHAN saya tidak bisa berkata-kata dan berbagai macam alasan lain. Semua alasan2 ini terangkum dgn apa yg dikatakan Musa “siapaka aku ini … (11)

Bagaimana jawaban Allah? Kalau kita perhatikan, jawaban Tuhan seolah tidak nyambung dgn pertanyaan musa  krn Tuhan menjawab, “bukankah Aku akan menyertai engkau?” (12). Atau dalam dalam Alkitab Bahasa Indonesia sehari-hari TUHAN berkata “Aku akan menolong engkau. Itulah buktinya bahwa Aku mengutus engkau.”Dengan jawaban ini, Tuhan bermaksud mengalihkan perhatian musa dari dirinya sendiri kepada Tuhan. Itu berarti TUHAN mengalihkan kelemahan dan ketidak mampuan kita kepada penyertaan TUHAN. Itu kenapa YESUS di dalam Alkitab dinamakan Imanuel yang “berarti ALLAH beserta kita”. Jadi intinya adalah TUHAN mengalihkan perhatian dan focus diri sendiri kepada kuat kuasa TUHAN.  Krn dlm hal ini, identitas Tuhalah yg jauh lebih penting (14). Dan memang, ketika kita tahu bahwa Tuhan beserta kita,maka kita dapat maju melaksanakan kehendak Tuhan, bukan dengan keyakinan pada diri kita sendiri melainkan pada Tuhan yg kuat dan berkuasa. Ada amin

Lalu bagaimana dengan namaNya? Mari kita lanjut pada ayat 13, Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? — apakah yang harus kujawab kepada mereka?” pertanyaan Musa ini bukan krn dia tidak tahu siapa Allah. Ini terbukti pada ayat 4 dalam pasal yg sama, mari kita baca Kel 3:4“Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.” Berarti Musa tahu siapa Allah, dia tahu bahwa Allah ada, dia tahu bahwa Allah menyertainya, dia percaya bahwa semua mujizat yg didapatnya berasal dari Allah, dan dia juga sangat akrab kepada Allah krn Allah bisa berkomunikasi dengannya. Yg menjadi perenungan kita, kenapa Musa sampai harus mengajukan pertanyaan “bagaimana dengan namaNya?

Musa mengajukan pertanyaan ini kepada TUHAN krn dia tahu orang Israel dipaksa menyembah ilah-2 lain, bahkan ilah2 ini punya namanya sendiri-sendiri. Dalam PL sbenarnya Allah sudah memproklamasikan namaNya kepada orang Israel yaitu YAHWEH (bahasa Ibrani) atau kalau diterjemahkan berarti TUHAN. Lalu kenapa orang Israel bisa melupakan YAHWEH mereka, krn orang Israel berada dalam perbudakan orang Mesir, yg mana orang2 Mesir percaya kepada ilah2 lain. Itu sebabnya mereka dipaksa utk menyembah ilah2 ini, kalau tidak pekerjaan berat akan menantinya atau mungkin juga nyawa mereka menjadi taruhan.

Lalu apa jawaban TUHAN terhadap pertanyaan Musa ini, TUHAN menjawab dalam ayat 14,”AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

Bagimana konsep ayat ini dalam perjanjian lama utk diterapkan masa kini? Ini kita bisa dapatkan dalam injil Yohanes 1:14, “Firman itu telah menjadi Manusia…” siapakah Manusia dlm ayat ini? Tdk lain adalah YESUS KRISTUS. Dialah Allah yg perkasa, DIAlah TUHAN yang menjelma sebagai manusia. Ada amin…

Saya pernah mendapatkan pertanyaan ini lewat istri saya dulu. Dia bertanya, kenapa TUHAN kok bisa jadi manusia. Mana mungkin TUHAN yg tidak bisa dilihat, yang tinggalnya di sorga, tiba2 datang kedunia dan bisa dilihat dalam wujud manusia YESUS. Lalu saya menjawab, bahwa YESUS datang kedunia krn DIA mengasihi kita, dan memberikan sedikit teologia. Ternyata dia balas tiada tuhan selain allah, dan tuhan itu esa, kenapa tuhanmu 3. Lalu saya jawab TUHAN itu Esa (Tunggal). Ternyata dia dia tetap tdk mengerti. Karena saling mengajukan kitab suci masing2 dan tidak ada yg mau mengalah, Saat itu saya memohon, TUHAN berikan kami pengertian tentang Engkau, lalu TUHAN mengingatkan di dalam Lukas 12:12b, “Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.” Dan Matius 10:19, “janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga”.

Kemudian saya memberanikan diri mengajukan pertanyaan kepadanya.apa yg bisa kamu mengerti tentang dunia ini, yang kelihatan baik di darat, laut maupun udara. Ternyata dia pilih darat. Lalu binatang atau serangga apa yg paling sering ditemui dan biasa dilihat di darat. Dia jawab semut. Nah mari kita mulai dari semut. Semut dalam melakukan aktifitasnya setiap hari, bisa melihat manusia gak? Tidak khan!. Betul, memang semut tdk mengetahui keberadaan kita. Nah, kalau seandainya makanan yg kita simpan di atas meja, lalu ternyata pasukan semut mengerubuni dan membawa percahan kecil makanan tersebut dan mengangkutnya ke sarangnya, bagaimana tanggapan kita melihat sikap semut yg mencuri tersebut? Sebagai manusia pasti kita tidak menyukai sifat semut ini, maka kita bisa memakai tangan kita utk membunuh satu2 semut tersebut, atau bisa juga memakai baygon utk menyemprotnya ke kerumunan semut biar mati sekaligus, atau bisa juga kita mengambil air dan menenggelamkannya dan sebagainya. Nah, Bukankah TUHAN bisa menyediakan baygon itu melalu gunung yg ternyata asapnya beracun, bukankah TUHAN bisa menggerakkan air laut (tsunami) utk menenggelamkan manusia, bukankah TUHAN bisa memakai kuasaNya utk menggerakkan apapun juga asal manusia yg berdosa binasa? Karena itu, utk memahami apa dan bagaimana semut itu bisa mengenal kita, maka kita yang manusia ini, harus jadi semut dan dapat berinteraksi dengan mereka sesama semut. Begitulah TUHAN kita, Allah Bapa di Sorga, meninggalkan tahktanya, melepaskan semuanya itu dan datang kedunia demi kasihnya kepada manusia, demi cintanya kepada saudara dan saya. TUHAN tidak menginginkan kita binasa, TUHAN menginginkan kita beroleh kehidupan kekal. Yohanes 3:16 berkata “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Ada amin… puji TUHAN

Kembali keperikop kita, Bila Yohanes 1:14 diparalelkan dalam Keluaran 3:14, maka kita akan mendapatkan pengertian yg jelas, TUHAN YESUS telah mengutus Musa, TUHAN YESUS telah mengutus kita, TUHAN YESUS telah mengutus Bpk/Ibu saudara, TUHAN YESUS telah mengutus kita semua utk terjun kedalam pelayananNya.

Apapun karunia yg TUHAN berikan kepada saudara untuk melayani TUHAN dan sesama manusia, apapun talenta kita, lakukanlah semua itu dgn senang hati, maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kita semua. Ingatlah ini, Allah sudah mengatur segala sesuatu menurut kehendakNya, Musa dan kita semua sebagai murid TUHAN hanya tinggal menjalankan amanat dari TUHAN YESUS KRISTUS yang mengutus kita, utk bersaksi dan memuliakan namaNya. Namun bukan berarti segala sesuatu akan berlangsung tanpa masalah, tetapi yakinlah, TUHAN tidak akan tinggal diam, DIA adalah Imanuel, Allah beserta kita. Seberat apapun persoalan menimpa kita, janganlah kendor dalam melayani TUHAN, yakinlah jerih payah kita tidak akan sia-sia, ada amin

Kalau kita ingin dipakai TUHAN, jangan melihat kelemahan kita sebagai alasan utk tidak bersaksi, lihatlah kuat kuasa TUHAN. TUHAN mengetahui siapa kita, namun yg DIA butuhkan dari kita adalah tindakan. Maukah kita melihat kuasaNya bekerja dalam hidup kita? Bersaksilah…. amin

This entry was posted in renungan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s