Menjadi seperti anak kecil

Matius 18:1-4

Perikop kita hari ini adalah Siapa yang terbesar dalam kerajaan Sorga

Suatu kali murid-2 datang kepada Yesus dan bertanya, siapakah yg terbesar dlm kerajaan sorga? Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan berkata, barangsiapa..menjadi seperti anak kecil ini, dialah yg terbesar dlm kerajaan Sorga. Dunia selalu mengajarkan kita utk beralih kepada kedewasaan yg penuh dlm meraih kesuksesan hidup. Jadi apakah yg hebat dari hal menjadi anak kecil dalam pengajaran Yesus ini? Apakah benang emas yg dpt kita ambil utk menyambungkan hal menjadi seorang anak kecil dan menjadi terbesar dlm kerajaan sorga?

Sudah jadi rahasia umum bahwa setiap manusia menginginkan sesuatu yang lebih dlm hidupnya. Harta yang lebih banyak, karir yg menanjak,Umur yang panjang. Dan lain sebagainya. Para murid Yesus ternyata tak berbeda. Mereka juga ingin tahu siapa yang terbesar di dalam Kerajaan Sorga? Saya percaya ada indikasi motivasi rivalitas di antara para murid. Para murid ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dari yang lain? Coba bandingkan dengan ayat berikut: “Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” (Matius 20:20-21)

Yesus tidak menyangkal bahwa ada semacam tingkatan penghuni Kerajaan Sorga. Bahkan Yesus secara tidak langsung menegaskannya: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.” (Matius 11:11)

Mari kita mempelajari ayat yg tadi kita baca: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Matius 18:3). Hal pertama yang akan kita pelajari adalah bagaimana masuk ke dalam Kerajaan Sorga? Dan yang kedua adalah bagaimana untuk mendapatkan posisi yang terbesar?

Skarang mari kita membahas dan menjawab pertanyaan pertama. Bagaimana caranya masuk Kerajaan Sorga? Kata pertama yang dikatakan Yesus adalah bertobat. Namun secara khusus kita akan membahas lebih dalam arti bertobat di sini. Kata bertobat mempunyai pengertian yang berarti BERUBAH. Kata berubah dalam bahasa Yunani adalah metamorphose. Kata metamorphose akrab kita kenal dalam istilah biologi yaitu proses perubahan larva menjadi kupu-kupu yang indah. Di awali dari telor menjadi kepompong ke ulat dan akhirnya kupu-kupu. Jadi yang di maksudkan Yesus dengan kata bertobat adalah perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru. Dimana seseorang meninggalkan bentuk lamanya yang berdosa menjadi bentuk yang baru yang indah dan kudus. Tentu perubahan di sini tidaklah terjadi secara fisik seperti proses metamorphose kupu-kupu. Yang dimaksudkan di sini adalah perubahan secara rohani.

Saya ulangi yang di maksudkan Yesus dengan kata bertobat adalah perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru. Dimana seseorang menanggalkan bentuk lamanya yang berdosa menjadi bentuk yang baru yang indah dan kudus. Tentu perubahan di sini tidaklah terjadi secara fisik seperti proses metamorphose kupu-kupu. Yang dimaksudkan di sini adalah perubahan secara rohani. Perubahan inilah yang disebutkan Yesus dengan proses Lahir Baru yg termaktub dlm Yohanes 3:3 “Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

Lahir baru adalah tahapan pertama dalam proses metamorphose seseorang menjadi manusia rohani. Kelahiran baru ini dimulai tahapan dengan seseorang menyadari dosanya dan kemudian mengakuinya dihadapan Tuhan. Proses selanjutnya adalah seorang menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi untuk pengampunan segala dosanya. Bertobat berarti seseorang telah berubah menjadi ciptaan baru dan berpaling dari manusia lama yang berdosa menjadi manusia baru yang dikuduskan oleh Tuhan Yesus. Saya dulu sebelum bertobat selalu cari cara bagaimana bisa mendapatkan uang sebanyak banyaknya dgn melakukan kerja sama dgn pegawai negeri dlm mengelembungkan suatu proyek. Itu saya lakukan bukan krn saya tdk mau jujur tapi sistem yg sudah dibangun merekalah sehingga saya harus mengikuti. Setelah sekian lama, ada perasaan bersalah krn saya orang Kristen munafik yg rajin ke gereja tapi sikap tdk mencerminkan apa yg Kristus inginkan yaitu berlaku jujur. Ada perasaan berdosa krn sudah berkompromi dgn orang dunia yg mana sikap demikian sama dgn menduakan TUHAN. Krn itu saya bertobat dan memohon ampunan kpd TUHAN. bpk/ibu tahu, ada perasaan enak yg menyelimuti seluruh tubuh, seperti rasa plong, senang dan bebas. Inilah konsep perikop kita malam ini, kita harus meninggalkan semua persoalan hidup kita dan menjadi sperti anak kecil yang mana membuat kita semakin dekat dgn TUHAN yg adalah sumber sukacita sorgawi. tidak ada jalan lain menuju manusia baru selain bertobat dari segala dosa dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tanpa bertobat seseorang tak mungkin melihat Kerajaan Sorga apalagi memasukinya.

Kata kedua adalah menjadi seperti anak kecil. Menjadi anak kecil bukan berarti kita harus kekanak-kanakan. Kita pasti mengerti yang dimaksudkan disini bukanlah perubahan fisik. Yesus sedang berbicara tentang karakter anak kecil. Konteks terdekat dari ayat ini adalah seperti jujur, polos, tidak kuatir dan sebagainya. Mari kita urai tentang karakter anak kecil:

Yg pertama adalah polos, belum tercemar oleh pikiran2 negatif. Mungkin lebih tepatnya adalah lugu. Ada kisah seorang ibu yg tdk senang menemui tetangganya. Suatu saat tetangga ini dtg bertamu, tapi krn si ibu sudah tahu siapa yg datang, ia berpesan kepada anaknya yg msh berumur 4 tahun utk menemui tamu dan berkata “bilang sama tamu, ibu lagi keluar.” Lalu anak ini menyampaikan kembali pesan ibunya kepada tamunya “ibu lagi keluar”. lalu si tamu penasaran dan bertanya, “ibu keluar kemana” lantas anak ini menjawab, ada di dalam.” Ha..ha… si ibu menjadi malu. Ya, sikap seperti inilah yg YESUS maksudkan dlm perikop kita, menjadi seperti anak kecil,tidak terbebani pikiran yg macam-macam, tidak terbebani berbagai macam persoalan. Polos apa adanya. Justru disinilah dipakai YESUS utk menerangkan bagaimana cara menjadi yg terbesar.

2. Pemaaf. Kalau anak kecil bertengkar biasanya tdk lama, sebentar lagi pasti damai dan berteman lagi. Coba bandingkan kalau si ibu lagi ribut dgn tetangga. hasilnya 1 minggu, 2 minggu, 1 bulan 1 tahun, 2 tahun atau mungkin selamanya tdk akan bertegur sapa lagi dgn tetangganya. Krn itu kalau ingin menjadi anggota kerajaan sorga, bpk/ibu dan saya harus brani minta maaf. Bu, maaf ya, tadi si kecil cubit anak ibu. Oh…tdk apa-apa, maklum anak kecil. Plong khan???

3. Percaya,

4. Tidak pernah kuatir,

5. terus terang. Mengatakan segala sesuatu apa adanya. Dlm urusan rumah tanga kita, terus terang adalah salah satu factor yg membuat rmh tangga menjadi bahagia. “Ma, maaf ya, tadi bapak ambil uang belanja buat beli bensin. Lalu istrinya membalas, “tidak apa-2 pa, yg penting bapak harus ganti nanti uangnya ya.” Simple dan terus terang. Rumah tangga seperti ini adalah rumah tangga yg harmonis, apapun persoalan hidup, pasti ditanggulangi bersama.

Ada satu hukum rohani yang kontra dengan hukum duniawi. dalam kekeristenan, Seseorang harus merendahkan diri untuk menjadi yang terbesar secara rohani. Jadi kita mengerti sekarang mengapa Allah begitu serius dengan urusan hati. Allah tidak melihat bentuk pisik seperti kebiasaan manusia. Allah menaruh perhatian lebih kepada hati di banding hal-hal yang jasmaniah. Sebaliknya, manusia sering terkesan dan tertipu karena penampilan luar. Misalnya kisah Nabi Samuel yang terpesona dengan penampilan pisik Eliab, kisah Daud yg kecil dan Goliat yg besar dan perkasa. Manusia melihat muka tetapi Allah melihat hati (1 Samuel 16:7).

“Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.” (5). Seharusnya kita mengubah sikap kita menjadi hati yang senang menerima. Karena dunia sekarang penuh dengan penolakan. Gereja bahkan bertengkar dan saling melukai karena tidak dapat menerima perbedaan. Bila kita hendak melihat kemualiaan sorgawi, marilah kita bertobat dan menerima seorang akan yang lain.

Benag emas dari kehidupan seorang anak kecil adalah kemampuan mereka utk mempercayai seseorang dan menggantungkan diri mereka sepenuhnya kepada orang yg mereka percayai. Anak-anak tdk menuntut bukti dari perkataan seseorang utk dapat menjadi percaya, namun hanya dgn ucapan kata-2 saja mereka sudah percaya. Sementara orang dewasa, menuntut sebuah bukti ataupun tanda utk dpt mempercayai seseorang. Kehidupan yg dijalanai seorang anak kecil bertentangan dgn model kehidupan Thomas, melihat dulu lalu percaya, atau orang farisi dan saduki meminta tanda lalu percaya. Kehidupan seperti inilah yg biasanya dijalani byk orang, sehingga YESUS mengambil contoh seorang anak kecil untuk mengajarkan kita sebuah kebenaran penting dan sangat mendasar utk hidup kekristenan kita, yaitu hidup krn percaya bukan krn melihat.

Kita dapat belajar dari kehidupan seorang anak kecil, yaitu kehidupan yg memercayai janji-janji TUHAN dan mengantungkan kehidupan kita sepenuhnya kepada TUHAN. Kitab Ibrani 11 menguraikan panjang lebar tentang orang-2 besar dalam kerajaan sorga krn keberhasilan iman mereka kepada TUHAN yg tanpa syarat. Tetap mempercayai TUHAN ditengan kebut kelam seperti yg dialami Yusuf, tetap memegang teguh prinsip kebenaran TUHAN sekalipun diperhadapkan pada situasi tanpa jalan keluar seperti yg dialami Sadrakh, Mesakh dan Abednego, tetap memegang janji-2 TUHAN ditengah situasi yg tanpa harapan sebagaimana yg di alami oleh Abraham dan Sara. Bagaimana dgn kita? Bila kita ingin menjadi yg terbesar dalam kerajaan sorga, YESUS menganjurkan kita utk bertobat, merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil. TUHAN memberkati kita, amin

This entry was posted in renungan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s