Menjadi seperti anak kecil

Matius 18:1-4

Perikop kita hari ini adalah Siapa yang terbesar dalam kerajaan Sorga

Suatu kali murid-2 datang kepada Yesus dan bertanya, siapakah yg terbesar dlm kerajaan sorga? Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan berkata, barangsiapa..menjadi seperti anak kecil ini, dialah yg terbesar dlm kerajaan Sorga. Dunia selalu mengajarkan kita utk beralih kepada kedewasaan yg penuh dlm meraih kesuksesan hidup. Jadi apakah yg hebat dari hal menjadi anak kecil dalam pengajaran Yesus ini? Apakah benang emas yg dpt kita ambil utk menyambungkan hal menjadi seorang anak kecil dan menjadi terbesar dlm kerajaan sorga?

Sudah jadi rahasia umum bahwa setiap manusia menginginkan sesuatu yang lebih dlm hidupnya. Harta yang lebih banyak, karir yg menanjak,Umur yang panjang. Dan lain sebagainya. Para murid Yesus ternyata tak berbeda. Mereka juga ingin tahu siapa yang terbesar di dalam Kerajaan Sorga? Saya percaya ada indikasi motivasi rivalitas di antara para murid. Para murid ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dari yang lain? Coba bandingkan dengan ayat berikut: “Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” (Matius 20:20-21)

Yesus tidak menyangkal bahwa ada semacam tingkatan penghuni Kerajaan Sorga. Bahkan Yesus secara tidak langsung menegaskannya: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.” (Matius 11:11)

Mari kita mempelajari ayat yg tadi kita baca: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Matius 18:3). Hal pertama yang akan kita pelajari adalah bagaimana masuk ke dalam Kerajaan Sorga? Dan yang kedua adalah bagaimana untuk mendapatkan posisi yang terbesar?

Skarang mari kita membahas dan menjawab pertanyaan pertama. Bagaimana caranya masuk Kerajaan Sorga? Kata pertama yang dikatakan Yesus adalah bertobat. Namun secara khusus kita akan membahas lebih dalam arti bertobat di sini. Kata bertobat mempunyai pengertian yang berarti BERUBAH. Kata berubah dalam bahasa Yunani adalah metamorphose. Kata metamorphose akrab kita kenal dalam istilah biologi yaitu proses perubahan larva menjadi kupu-kupu yang indah. Di awali dari telor menjadi kepompong ke ulat dan akhirnya kupu-kupu. Jadi yang di maksudkan Yesus dengan kata bertobat adalah perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru. Dimana seseorang meninggalkan bentuk lamanya yang berdosa menjadi bentuk yang baru yang indah dan kudus. Tentu perubahan di sini tidaklah terjadi secara fisik seperti proses metamorphose kupu-kupu. Yang dimaksudkan di sini adalah perubahan secara rohani.

Saya ulangi yang di maksudkan Yesus dengan kata bertobat adalah perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru. Dimana seseorang menanggalkan bentuk lamanya yang berdosa menjadi bentuk yang baru yang indah dan kudus. Tentu perubahan di sini tidaklah terjadi secara fisik seperti proses metamorphose kupu-kupu. Yang dimaksudkan di sini adalah perubahan secara rohani. Perubahan inilah yang disebutkan Yesus dengan proses Lahir Baru yg termaktub dlm Yohanes 3:3 “Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

Lahir baru adalah tahapan pertama dalam proses metamorphose seseorang menjadi manusia rohani. Kelahiran baru ini dimulai tahapan dengan seseorang menyadari dosanya dan kemudian mengakuinya dihadapan Tuhan. Proses selanjutnya adalah seorang menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi untuk pengampunan segala dosanya. Bertobat berarti seseorang telah berubah menjadi ciptaan baru dan berpaling dari manusia lama yang berdosa menjadi manusia baru yang dikuduskan oleh Tuhan Yesus. Saya dulu sebelum bertobat selalu cari cara bagaimana bisa mendapatkan uang sebanyak banyaknya dgn melakukan kerja sama dgn pegawai negeri dlm mengelembungkan suatu proyek. Itu saya lakukan bukan krn saya tdk mau jujur tapi sistem yg sudah dibangun merekalah sehingga saya harus mengikuti. Setelah sekian lama, ada perasaan bersalah krn saya orang Kristen munafik yg rajin ke gereja tapi sikap tdk mencerminkan apa yg Kristus inginkan yaitu berlaku jujur. Ada perasaan berdosa krn sudah berkompromi dgn orang dunia yg mana sikap demikian sama dgn menduakan TUHAN. Krn itu saya bertobat dan memohon ampunan kpd TUHAN. bpk/ibu tahu, ada perasaan enak yg menyelimuti seluruh tubuh, seperti rasa plong, senang dan bebas. Inilah konsep perikop kita malam ini, kita harus meninggalkan semua persoalan hidup kita dan menjadi sperti anak kecil yang mana membuat kita semakin dekat dgn TUHAN yg adalah sumber sukacita sorgawi. tidak ada jalan lain menuju manusia baru selain bertobat dari segala dosa dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tanpa bertobat seseorang tak mungkin melihat Kerajaan Sorga apalagi memasukinya.

Kata kedua adalah menjadi seperti anak kecil. Menjadi anak kecil bukan berarti kita harus kekanak-kanakan. Kita pasti mengerti yang dimaksudkan disini bukanlah perubahan fisik. Yesus sedang berbicara tentang karakter anak kecil. Konteks terdekat dari ayat ini adalah seperti jujur, polos, tidak kuatir dan sebagainya. Mari kita urai tentang karakter anak kecil:

Yg pertama adalah polos, belum tercemar oleh pikiran2 negatif. Mungkin lebih tepatnya adalah lugu. Ada kisah seorang ibu yg tdk senang menemui tetangganya. Suatu saat tetangga ini dtg bertamu, tapi krn si ibu sudah tahu siapa yg datang, ia berpesan kepada anaknya yg msh berumur 4 tahun utk menemui tamu dan berkata “bilang sama tamu, ibu lagi keluar.” Lalu anak ini menyampaikan kembali pesan ibunya kepada tamunya “ibu lagi keluar”. lalu si tamu penasaran dan bertanya, “ibu keluar kemana” lantas anak ini menjawab, ada di dalam.” Ha..ha… si ibu menjadi malu. Ya, sikap seperti inilah yg YESUS maksudkan dlm perikop kita, menjadi seperti anak kecil,tidak terbebani pikiran yg macam-macam, tidak terbebani berbagai macam persoalan. Polos apa adanya. Justru disinilah dipakai YESUS utk menerangkan bagaimana cara menjadi yg terbesar.

2. Pemaaf. Kalau anak kecil bertengkar biasanya tdk lama, sebentar lagi pasti damai dan berteman lagi. Coba bandingkan kalau si ibu lagi ribut dgn tetangga. hasilnya 1 minggu, 2 minggu, 1 bulan 1 tahun, 2 tahun atau mungkin selamanya tdk akan bertegur sapa lagi dgn tetangganya. Krn itu kalau ingin menjadi anggota kerajaan sorga, bpk/ibu dan saya harus brani minta maaf. Bu, maaf ya, tadi si kecil cubit anak ibu. Oh…tdk apa-apa, maklum anak kecil. Plong khan???

3. Percaya,

4. Tidak pernah kuatir,

5. terus terang. Mengatakan segala sesuatu apa adanya. Dlm urusan rumah tanga kita, terus terang adalah salah satu factor yg membuat rmh tangga menjadi bahagia. “Ma, maaf ya, tadi bapak ambil uang belanja buat beli bensin. Lalu istrinya membalas, “tidak apa-2 pa, yg penting bapak harus ganti nanti uangnya ya.” Simple dan terus terang. Rumah tangga seperti ini adalah rumah tangga yg harmonis, apapun persoalan hidup, pasti ditanggulangi bersama.

Ada satu hukum rohani yang kontra dengan hukum duniawi. dalam kekeristenan, Seseorang harus merendahkan diri untuk menjadi yang terbesar secara rohani. Jadi kita mengerti sekarang mengapa Allah begitu serius dengan urusan hati. Allah tidak melihat bentuk pisik seperti kebiasaan manusia. Allah menaruh perhatian lebih kepada hati di banding hal-hal yang jasmaniah. Sebaliknya, manusia sering terkesan dan tertipu karena penampilan luar. Misalnya kisah Nabi Samuel yang terpesona dengan penampilan pisik Eliab, kisah Daud yg kecil dan Goliat yg besar dan perkasa. Manusia melihat muka tetapi Allah melihat hati (1 Samuel 16:7).

“Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.” (5). Seharusnya kita mengubah sikap kita menjadi hati yang senang menerima. Karena dunia sekarang penuh dengan penolakan. Gereja bahkan bertengkar dan saling melukai karena tidak dapat menerima perbedaan. Bila kita hendak melihat kemualiaan sorgawi, marilah kita bertobat dan menerima seorang akan yang lain.

Benag emas dari kehidupan seorang anak kecil adalah kemampuan mereka utk mempercayai seseorang dan menggantungkan diri mereka sepenuhnya kepada orang yg mereka percayai. Anak-anak tdk menuntut bukti dari perkataan seseorang utk dapat menjadi percaya, namun hanya dgn ucapan kata-2 saja mereka sudah percaya. Sementara orang dewasa, menuntut sebuah bukti ataupun tanda utk dpt mempercayai seseorang. Kehidupan yg dijalanai seorang anak kecil bertentangan dgn model kehidupan Thomas, melihat dulu lalu percaya, atau orang farisi dan saduki meminta tanda lalu percaya. Kehidupan seperti inilah yg biasanya dijalani byk orang, sehingga YESUS mengambil contoh seorang anak kecil untuk mengajarkan kita sebuah kebenaran penting dan sangat mendasar utk hidup kekristenan kita, yaitu hidup krn percaya bukan krn melihat.

Kita dapat belajar dari kehidupan seorang anak kecil, yaitu kehidupan yg memercayai janji-janji TUHAN dan mengantungkan kehidupan kita sepenuhnya kepada TUHAN. Kitab Ibrani 11 menguraikan panjang lebar tentang orang-2 besar dalam kerajaan sorga krn keberhasilan iman mereka kepada TUHAN yg tanpa syarat. Tetap mempercayai TUHAN ditengan kebut kelam seperti yg dialami Yusuf, tetap memegang teguh prinsip kebenaran TUHAN sekalipun diperhadapkan pada situasi tanpa jalan keluar seperti yg dialami Sadrakh, Mesakh dan Abednego, tetap memegang janji-2 TUHAN ditengah situasi yg tanpa harapan sebagaimana yg di alami oleh Abraham dan Sara. Bagaimana dgn kita? Bila kita ingin menjadi yg terbesar dalam kerajaan sorga, YESUS menganjurkan kita utk bertobat, merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil. TUHAN memberkati kita, amin

Posted in renungan | Tagged | Leave a comment

TUHAN mengutus kita

Keluaran 3:10-18

Thema yg diangkat dari perikop ini adalah “TUHAN mengutus kita”

Kesempatan utk melayani Allah tdk selalu di anggap sebagai kesempatan emas. Banyak orang yg berusaha utk menolak kesempatan itu, dgn berbagai macam alasan.

Dulu saya byk alasan pada saat teman saya dari gereja menelpon utk pimpin khotbah manyampaikan Firman Tuhan. Waktu itu saya berkata “belum siap Pak, tidak ada skill apalagi mau sharing pimpin khotbah. Dan memang betul, saya memang tidak jadi berkhotbah. Pada malam harinya, saya memikirkan kenapa kesempatan itu di sia-siakan, kenapa saya byk alasan utk menghindar? Padahal sejak dulu waktu masih di GPIB saya punya janji pd TUHAN utk rindu dan bersaksi memuliakan namaNya. Setelah sekian lama di gereja tersebut, ternyata kesempatan itu tdk pernah datang sama sekali, itu sebabnya saya berteriak, “TUHAN tdk ada wadah utk mewartakan namaMu.” Ternyata TUHAN menegur saya lewat FirmanNya dalam Yoh 4:35b “lihatlah sekelilingmu, dan pandanglah ladang2 yg sudah menguning dan matang utk dituai.” Ternyata TUHAN menginginkan kita bersaksi dilingkungan kita sendiri yg dalam pengertian sederhana adalah yg kecil2. Dimana saat itu, rencana TUHAN adalah dimulai waktu saya pacaran, yg mana pacar saya tersebut belum mengenal Kristus. Pertama kali saya memberanikan diri utk mengajaknya ke gereja GPIB ternyata tabiatnya mengantuk. Minggu berikutnya, saya ajak ke GBI, wah dia senang sekali. Setelah sekian lama di ajak ke GBI ternyata pacar saya itu lebih hafal lagu rohani daripada saya, bahkan dia suka menyanyikan lagu rohani di dalam kamar mandi (katanya takut didengar keluarganya). Hebat khan!! Dulu waktu di motor berdua dia minta menyanyikan bersama-sama di doa ibuku” tanpa diduga, dia menyekap mulut saya dari belakang dan mengatakan “stop, datar suaramu”. dan memang dia benar, suara saya tdk bagus dan dianjurkan jgn diperdengarkan kpd orang lain…

Nah, disinilah TUHAN punya rencana agar saya memulai dari hal2 kecil, “lihatlah sekelilingmu, pandanglah ladang2 yg sudah menguning dan matang utk di tuai..ada amin

Dan sejak setelah pak Delvy menelpon, saya berkomitmen utk berani dan berkata kepada TUHAN, “ini aku TUHAN, utuslah”.

Kembali keperikop kita, Musa, pada masa empat puluh tahun sebelumnya, menyadari benar bahwa ia adalah seorang ibrani sekaligus pangeran Mesir, yg merupakan alat pilihan Allah utk membebaskan umatnya (Israel). Namun, setelah masa 40 tahun mengembalakan kambing domba di padang gurun di wilayah Midian, musa tidak lagi memiliki rasa percaya diri yg sama seperti sebelumnya. Krn itu, ketika Allah mengutus musa, dia justru mempertanyakan dirinya, “siapakah aku ini…” (11).

Jadi kalau ada suara2 yg menolak dgn berbagai macam alasan seperti: ah, jgn saya TUHAN, pekerjaanku menumpuk, saya belum berpengalaman TUHAN, TUHAN saya malu bersaksi, TUHAN saya lagi sibuk, TUHAN saya tidak bisa berkata-kata dan berbagai macam alasan lain. Semua alasan2 ini terangkum dgn apa yg dikatakan Musa “siapaka aku ini … (11)

Bagaimana jawaban Allah? Kalau kita perhatikan, jawaban Tuhan seolah tidak nyambung dgn pertanyaan musa  krn Tuhan menjawab, “bukankah Aku akan menyertai engkau?” (12). Atau dalam dalam Alkitab Bahasa Indonesia sehari-hari TUHAN berkata “Aku akan menolong engkau. Itulah buktinya bahwa Aku mengutus engkau.”Dengan jawaban ini, Tuhan bermaksud mengalihkan perhatian musa dari dirinya sendiri kepada Tuhan. Itu berarti TUHAN mengalihkan kelemahan dan ketidak mampuan kita kepada penyertaan TUHAN. Itu kenapa YESUS di dalam Alkitab dinamakan Imanuel yang “berarti ALLAH beserta kita”. Jadi intinya adalah TUHAN mengalihkan perhatian dan focus diri sendiri kepada kuat kuasa TUHAN.  Krn dlm hal ini, identitas Tuhalah yg jauh lebih penting (14). Dan memang, ketika kita tahu bahwa Tuhan beserta kita,maka kita dapat maju melaksanakan kehendak Tuhan, bukan dengan keyakinan pada diri kita sendiri melainkan pada Tuhan yg kuat dan berkuasa. Ada amin

Lalu bagaimana dengan namaNya? Mari kita lanjut pada ayat 13, Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? — apakah yang harus kujawab kepada mereka?” pertanyaan Musa ini bukan krn dia tidak tahu siapa Allah. Ini terbukti pada ayat 4 dalam pasal yg sama, mari kita baca Kel 3:4“Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.” Berarti Musa tahu siapa Allah, dia tahu bahwa Allah ada, dia tahu bahwa Allah menyertainya, dia percaya bahwa semua mujizat yg didapatnya berasal dari Allah, dan dia juga sangat akrab kepada Allah krn Allah bisa berkomunikasi dengannya. Yg menjadi perenungan kita, kenapa Musa sampai harus mengajukan pertanyaan “bagaimana dengan namaNya?

Musa mengajukan pertanyaan ini kepada TUHAN krn dia tahu orang Israel dipaksa menyembah ilah-2 lain, bahkan ilah2 ini punya namanya sendiri-sendiri. Dalam PL sbenarnya Allah sudah memproklamasikan namaNya kepada orang Israel yaitu YAHWEH (bahasa Ibrani) atau kalau diterjemahkan berarti TUHAN. Lalu kenapa orang Israel bisa melupakan YAHWEH mereka, krn orang Israel berada dalam perbudakan orang Mesir, yg mana orang2 Mesir percaya kepada ilah2 lain. Itu sebabnya mereka dipaksa utk menyembah ilah2 ini, kalau tidak pekerjaan berat akan menantinya atau mungkin juga nyawa mereka menjadi taruhan.

Lalu apa jawaban TUHAN terhadap pertanyaan Musa ini, TUHAN menjawab dalam ayat 14,”AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

Bagimana konsep ayat ini dalam perjanjian lama utk diterapkan masa kini? Ini kita bisa dapatkan dalam injil Yohanes 1:14, “Firman itu telah menjadi Manusia…” siapakah Manusia dlm ayat ini? Tdk lain adalah YESUS KRISTUS. Dialah Allah yg perkasa, DIAlah TUHAN yang menjelma sebagai manusia. Ada amin…

Saya pernah mendapatkan pertanyaan ini lewat istri saya dulu. Dia bertanya, kenapa TUHAN kok bisa jadi manusia. Mana mungkin TUHAN yg tidak bisa dilihat, yang tinggalnya di sorga, tiba2 datang kedunia dan bisa dilihat dalam wujud manusia YESUS. Lalu saya menjawab, bahwa YESUS datang kedunia krn DIA mengasihi kita, dan memberikan sedikit teologia. Ternyata dia balas tiada tuhan selain allah, dan tuhan itu esa, kenapa tuhanmu 3. Lalu saya jawab TUHAN itu Esa (Tunggal). Ternyata dia dia tetap tdk mengerti. Karena saling mengajukan kitab suci masing2 dan tidak ada yg mau mengalah, Saat itu saya memohon, TUHAN berikan kami pengertian tentang Engkau, lalu TUHAN mengingatkan di dalam Lukas 12:12b, “Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.” Dan Matius 10:19, “janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga”.

Kemudian saya memberanikan diri mengajukan pertanyaan kepadanya.apa yg bisa kamu mengerti tentang dunia ini, yang kelihatan baik di darat, laut maupun udara. Ternyata dia pilih darat. Lalu binatang atau serangga apa yg paling sering ditemui dan biasa dilihat di darat. Dia jawab semut. Nah mari kita mulai dari semut. Semut dalam melakukan aktifitasnya setiap hari, bisa melihat manusia gak? Tidak khan!. Betul, memang semut tdk mengetahui keberadaan kita. Nah, kalau seandainya makanan yg kita simpan di atas meja, lalu ternyata pasukan semut mengerubuni dan membawa percahan kecil makanan tersebut dan mengangkutnya ke sarangnya, bagaimana tanggapan kita melihat sikap semut yg mencuri tersebut? Sebagai manusia pasti kita tidak menyukai sifat semut ini, maka kita bisa memakai tangan kita utk membunuh satu2 semut tersebut, atau bisa juga memakai baygon utk menyemprotnya ke kerumunan semut biar mati sekaligus, atau bisa juga kita mengambil air dan menenggelamkannya dan sebagainya. Nah, Bukankah TUHAN bisa menyediakan baygon itu melalu gunung yg ternyata asapnya beracun, bukankah TUHAN bisa menggerakkan air laut (tsunami) utk menenggelamkan manusia, bukankah TUHAN bisa memakai kuasaNya utk menggerakkan apapun juga asal manusia yg berdosa binasa? Karena itu, utk memahami apa dan bagaimana semut itu bisa mengenal kita, maka kita yang manusia ini, harus jadi semut dan dapat berinteraksi dengan mereka sesama semut. Begitulah TUHAN kita, Allah Bapa di Sorga, meninggalkan tahktanya, melepaskan semuanya itu dan datang kedunia demi kasihnya kepada manusia, demi cintanya kepada saudara dan saya. TUHAN tidak menginginkan kita binasa, TUHAN menginginkan kita beroleh kehidupan kekal. Yohanes 3:16 berkata “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Ada amin… puji TUHAN

Kembali keperikop kita, Bila Yohanes 1:14 diparalelkan dalam Keluaran 3:14, maka kita akan mendapatkan pengertian yg jelas, TUHAN YESUS telah mengutus Musa, TUHAN YESUS telah mengutus kita, TUHAN YESUS telah mengutus Bpk/Ibu saudara, TUHAN YESUS telah mengutus kita semua utk terjun kedalam pelayananNya.

Apapun karunia yg TUHAN berikan kepada saudara untuk melayani TUHAN dan sesama manusia, apapun talenta kita, lakukanlah semua itu dgn senang hati, maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kita semua. Ingatlah ini, Allah sudah mengatur segala sesuatu menurut kehendakNya, Musa dan kita semua sebagai murid TUHAN hanya tinggal menjalankan amanat dari TUHAN YESUS KRISTUS yang mengutus kita, utk bersaksi dan memuliakan namaNya. Namun bukan berarti segala sesuatu akan berlangsung tanpa masalah, tetapi yakinlah, TUHAN tidak akan tinggal diam, DIA adalah Imanuel, Allah beserta kita. Seberat apapun persoalan menimpa kita, janganlah kendor dalam melayani TUHAN, yakinlah jerih payah kita tidak akan sia-sia, ada amin

Kalau kita ingin dipakai TUHAN, jangan melihat kelemahan kita sebagai alasan utk tidak bersaksi, lihatlah kuat kuasa TUHAN. TUHAN mengetahui siapa kita, namun yg DIA butuhkan dari kita adalah tindakan. Maukah kita melihat kuasaNya bekerja dalam hidup kita? Bersaksilah…. amin

Posted in renungan | Tagged , , | Leave a comment